Mengenal Melbourne, Kota Paling Nyaman Sedunia

Melbourne 2

melbourne

Banyak tempat di dunia ini yang nyaman untuk ditinggali, tapi siapa sangka bahwa salah satu kota ternnyaman di dunia terletak di benua Australia dan di kota yang notabene kota besar modern, yaitu Melbourne. Yup, Melbourne sudah empat kali mendapatkan predikat “The World’s Most Liveable Cities” (kota paling nyaman untuk ditinggali) dari The Economist, yaitu pada 2002 dan 2004. Pada tahun 2011 dan 2012.

Melbourne mendapatkan tingkat pertama dari The World’s Most Liveable Cities. Daerah metropolis Melbourne juga memiliki jaringan trem listrik terbesar di dunia. Bandar udara utama untuk Melbourne adalah Bandar Udara Internasional Melbourne. Bandar Udara Avalon, yang terletak di daerah barat Melbourne, sedang dikembang sebagai bandar udara kedua.

Melbourne adalah ibu kota negara bagian Victoria di Australia. Melbourne merupakan kota terpenting kedua dari segi bisnis dan kedua terbesar di Australia serta kota terbesar di Victoria. Pada bulan Juni, 2011, Melbourne memiliki populasi 4.1 juta jiwa. Penduduk Melbourne biasanya disebut sebagai ‘Melburnian’. Pengucapan Melbourne adalah /ˈmɛlbərn/. MottoMelbourne adalah “Vires acquirit eundo” yang berarti “Kita bertambah kuat sejalan dengan kemajuan kita.

Melbourne sering disebutkan sebagai ibukota budaya dan olahraga Australia. Pada tahun 1906, ‘The Return of the Kelly Gang’, film fitur pertama di dunia, diproduksi di Melbourne. Melbourne juga merupakan pusat Australian rules football, televisi, tarian, dan musik Australia.

Survei kondisi kota-kota besar dunia ini merupakan bagian dari Survei Biaya Hidup Dunia. Lima indikator yang digunakan adalah stabilitas, infrastruktur, budaya dan lingkungan hidup, pendidikan dan kesehatan. Stabilitas (25 persen): prevalensi kejahatan ringan, rasio angka kriminalitas dengan kekerasan, ancaman teror, ancaman konflik militer, dan keresahan sipil.

Kemudian layanan kesehatan (20 persen), meliputi fasilitas kesehatan swasta, kualitas fasilitas kesehatan swasta, ketersediaan layanan kesehatan publik, keberadaan apotek, dan beberapa indikator kesehatan seperti dikutip dari data Bank Dunia.

Budaya dan lingkungan hidup (25 persen): Kelembaban/temperatur, kenyamanan bagi pelancong, angka korupsi, larangan sosial/keagamaan, tingkat sensor terhadap ekspresi, ketersediaan fasilitas olahraga, fasilitas pertunjukan budaya, makanan dan minuman, kualitas jasa dan barang untuk konsumen. (gulalives)

 

menur astuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *