Tom Whittaker, Penakluk Everest Dengan Satu Kaki

Table of content

Apa yang terlintas dipikiran kalian bila melihat tas ransel atau karier besar, drybag, sepatu mendaki, tali, dan perlatan hiking lainnya? Pasti yang terlintas adalah petualangan gunung yang keren, pendaki dengan fisik besar dan kuat, dan ambisi yang besar.

Namun hal diatas tak seluruhnya mutlak. Bisa Dibilang kekuatan terbesar itu tidak bisa dilihat dari bentuk dan kelengkapan fisik, tapi kekuatan terbesar datang dan tercipta dari tekad dalam hati. Yup, Tom Whittaker seolah-olah membuktikan bahwa seorang pendaki gunung yang hebat dan visioner tak harus mereka-mereka yang bertubuh besar dan memiliki fisik yang komplit. Pria yang memiliki satu kaki ini berhasil menancapkan asa dan tubuhnya dipuncak Everest pada tahun 1998.

Tom Whittaker on Aconcagua's 22,831 foot summit.  Located in the Argentinian Andes, this is not only the highest mountain in South America, but also the tallest in the western hemisphere.
Tom Whittaker on Aconcagua’s 22,831 foot summit. 

Tom kehilangan satu kakinya pada usia yang ke 31 tahun, tepatnya tahun 1979, sebuah kecelakaan mobil yang tragis mengubah hidup Tom Whittaker. kejadian itu tak mungkin bisa dilupakan sepanjang hidupnya, kecelakaan menyebabkan kedua kakinya terluka parah, terutama kaki kanan Tom. Tapi petualangan Tom bukannya berakhir malah menuju ke awal yang baru dan lebih luar biasa.

Awal mula semangat Tom terlecut adalah disaat kawannya menantangnya untuk menaklukkan Everest. Pada tahun 1995, ia ditantang oleh tim Greg Son yang kembali ke base camp dari puncak gunung Everest. Mereka memberikan Tom sebuah batu dan berkata ” Saya mengambil batu ini dari puncak gunung Everest, dan saya ingin anda mengembalikannya ketempat dimana saya mengambilnya..” Sebuah tantangan yang memacu Tom untuk lebih bersemangat dalam usahanya mencapai puncak Everest, Tantangan itu ia terima.

Tiga tahun kemudian Tom meyanggupi tantangan kawannya itu dan dia berangkat untuk menjelajahi puncak Everest dengan hanya ditemani oleh seorang kameraman CBS, Jeff Rhoads, menjejakkan kakinya di atap dunia dan mengembalikan batu pemberian Greg Son ketempat asalnya. Namun yang terpenting bukan hanya itu, namun inspirasi yang diberikan oleh Tom lah yang menjadi salah satu hal terpenting. Dia menunjukkan bahwa tekad dan usaha bisa membuat fisik mencapai hal diluar batas maksimalnya.

Related posts

waterproof bag for travelers

The Ultimate Bali Travel Guide: Why Every Traveler Needs a Waterproof Dry Bag

Reading Time: 2:8 min

Bali is a water lover’s paradise. From chasing swells at Uluwatu Beach to trekking through the misty spray of hidden waterfalls in the North, water is an inseparable part of…

View post
Mengapa Tas Anti Air (Dry Bag) Menjadi Perlengkapan Wajib

Mengapa Tas Anti Air (Dry Bag) Menjadi Perlengkapan Wajib?

Reading Time: 1:17 min

Saat berpetualang di alam terbuka atau berkendara motor menembus cuaca pancaroba Indonesia, musuh terbesar dari gadget, kamera, dompet, dan pakaian ganti adalah air, kelembapan tinggi, serta pasir pantai. Menggunakan ransel…

View post

10 Best Water Activities in Bali You Should Try in 2026

Reading Time: 2:53 min

Bali continues to be one of the world’s top tropical destinations, attracting millions of travelers every year. While the island is famous for its temples, rice terraces, and beach clubs,…

View post

Leave the first comment