Kapan kita membutuhkan liburan?

the simpson on sofa

 

Liburan. Satu kata penuh makna, penuh harapan & penuh penantian, apalagi untuk yang jarang menikmatinya. Akir-akhir ini, liburan dan travelling menjadi trend yang semakin banyak peminatnya.

Pernah di suatu kesempatan bertanya kepada turis Jepang. “Saat ulang tahun atau saat mengharapkan hadiah, apa sih hadiah yang paling diinginkan oleh orang Jepang?”

Kalau beberapa dari kita diberi pertanyaan seperti itu pasti masih banyak yang menjawab dengan hal-hal berbau materi atau hal-hal abstrak yang sulit diwujudkan karena nggak ada nilai standarnya.

Tapi turis tersebut memberikan jawaban yang nggak pernah dibayangkan sebelumnya. Hadiah yang paling banyak diinginkan oleh sebagian besar orang Jepang adalah : “LIBURAN”

Wow!

Kalau dilihat dari ritme kehidupan mereka setiap hari, mungkin kita nggak akan heran lagi dengan jawaban Liburan tadi. Bagaimana nggak, selama ini waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk bekerja. Begitu juga dengan Indonesia akhir-akhir ini, tuntutan kerja yang semakin banyak, tingkat kesibukan yang semakin membebani tenaga dan pikiran, pasti membuat sebagian besar orang sangat mengidam-idamkan liburan. Sayangnya tidak semua bisa liburan sesuai keinginan dan tidak semua mengetahui dengan pasti kapan mereka harus mengambil liburan.
Dikumpulkan dari berbagai sumber, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kita sudah seharusnya melakukan liburan :

  1. Sering stress.

Banyaknya tuntutan (khususnya masalah pekerjaan), akan menyebabkan stress. Kalau nggak segera ditangani, hal ini akan membuat kita insomnia, kalaupun bisa tidur pasti nggak nyenyak, pikiran sering kosong, sering sakit karena daya tahan tubuh berkurang, sulit berkonsentrasi dan mudah marah. Intinya, dikit-dikit marah, dikit-dikit marah itu artinya perlu liburan.

  1. Akhir-akhir ini, bekerja terasa melelahkan.

Kalau sudah begini, berarti produktivitas menurun. Efeknya? Hasil pekerjaan nggak akan bagus. Segera liburan! Supaya dapat inspirasi atau menyegarkan kembali pikiran, jadi bisa menyusun sistem kerja yang  optimal.

  1. Terpaksa menolak ajakan ngumpul dari teman.

Banyak yang ngajakin kamu nongkrong bareng, tapi terpaksa menolaknya karena masih banyak kerjaan Padahal sudah lupa kapan terakhir kali ngumpul dengan teman-teman. Bersosialisasi secara langsung itu penting. Selain untuk menyegarkan kembali pikiran yang jenuh, ketemu teman lama mungkin bisa membuka kesempatan terhadap hal-hal baru yang nggak kita duga sebelumnya.

  1. Lingkup sosial kita tinggal rekan-rekan sekantor saja.

Setelah sepanjang waktu berinteraksi, ternyata kita baru menyadari bahwa hampir nggak ada teman lain di luar kantor. Dengan teman sekantor pun nggak deket-deket amat; semuanya termasuk orang sibuk. Coba deh ambil cuti dan liburan. Kenalan dengan orang-orang baru.

  1. Sampai rumah pun, masih ngurusin kerjaan. Dan parahnya, kita pikir itu biasa!

Duh, sibuk!

Kerjaan yang banyak kadang bikin kita harus lembur dan pulang telat. Tapi, kalo di rumah kamu masih juga ngurusin kerjaan – bahkan akhir pekan juga dikorbankan untuk menuntaskan tugas kantor – ini benar-benar udah nggak sehat. Manfaatkan waktu libur dengan sebaik-baiknya, yaitu buat menetralisir pikiran dari penatnya kerjaan.

  1. Nggak pernah olahraga.

Pagi-pagi sekali sudah berangkat kerja, dan malam-malam sudah capek. Coba diingat-ingat, kapan terakhir kali olahraga — baik itu sekadar joging atau nge-gym? Karena terlalu sibuk sama kerjaan, jadi nggak pernah olahraga, otot-otot kaku dan tubuh mulai berlemak di sana-sini.

  1. Kapan terakhir kali kamu melakukan hobimu?

Kalau untuk menjawabnya harus mikir dulu, segera liburan! Melakukan hobi itu penting untuk menjaga keseimbangan mental. Ini penting untuk mempertahankan kita tetap “waras”. Jadi, kapan terakhir menikmati hobi? Jangan-jangan malah sudah lupa sama hobi.

  1. Banyak hal yang berubah di sekitar tempat tinggal, dan kita sama sekali nggak tahu

Kita baru sadar ada hal baru lagi di kota tempat tinggal atau restoran favorit ternyata sudah tutup. Ternyata begitu banyak hal berubah yang luput dari perhatian.

Bagaimana, Apakah sudah dicek? Kalau ternyata salah satu dari tanda itu benar-benar kita akui, berarti memang harus liburan. Rencanakan cuti segera!

 

Dikumpulkan dari berbagai sumber :

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/501123-ini-tanda-tubuh-anda-butuh-liburan

http://www.inc.com/kevin-daum/10-signs-you-definitely-need-a-day-off.html

http://sidomi.com/361211/7-tanda-anda-membutuhkan-liburan-secepatnya/

the simpson on sofa

menur astuti

One thought on “Kapan kita membutuhkan liburan?

  1. sofia says:

    kalau aq sendiri si penginnya ya bisa liburan terus dan senang-senang tapi ya kembali lagi kita hidup bukan hanya untuk bersenang senang saja masi banyak yang harus kitakerjakan hhe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *